Senin, 05 Juni 2017

Pentingnya Kata Pengantar dalam Sebuah Buku. Berikut Contohnya!

BACATULIS.NET -Kata Pengantar menjadi salah satu rukun dalam setiap buku. Kata pengantar ini sebagai awal penulis mengajak, salah satunya berterima kasih kepada para pembaca. Ungkapan dalam kata pengantar menjadi penting, karena menjadi nilai tambah. 

Kata pengantar sendiri biasanya disimpan/ditulis di bagian awal buku. Tujuannya untuk memberi sedikit penjelasan kepada pembaca apa saja isi dari buku itu sendiri.


Berikut contoh Kata Pengantar Buku Pergi Haji dengan Rp. 100 untuk dijadikan referensi:

Ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang kelima, tentu akan memperindah dan mempercantik bangunan Islam yang dibangun dalam diri seorang muslim, bila mampu menjalankannya.

Jika syahadatain sebagai pondasi bangunan Islam, maka haji adalah aksesorisnya, Karen wajib dilaksanakan bila mampu.

Ibarat kesempurnaan sebuah bangunan, tetntu tidak hanya cukup dengan kokohnya pondasi, kuatnya tiang penyangga, atap yang teduh, nyaman karena dinding dan lantai telah menempel, namunakan terasa lebih lengkap dengan warna-warni cat dan lampu yang menghiasi.

Subhanallah…

Bisa dibayangkan bangunan itu begitu indah. Dan demi mendapatkan mesempurnaan itu, siapapun pasti akan berkorban dengan brjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya.

Seperti itulah yang dilakukan oleh OCha dan Awan dalam mengejar mimpinya melaksanakan ibadah haji, semoga selalu dalam lindungan-Nya.

Dalam kisah perjalanan menuju cita-citanya, bukan hanya niat dan tekad yang kuat, tapi karena adanya kekompakkan yang diwujudkannya dalam kerjasama sehingga mewujudkan komitmen bersama pula.

Di sinilah letaknya kemudahan-kemudahan yang Allah berikan kepada pasangan suami istri ini (maaf, tanpa ada maksud memunculkan penyakit hati).

Jujur, saya sangat merasakan bagaimana Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya, pada mereka berdua setelah saya membaca tulisan ini.

Oleh karena itu, bagi kita yang belum melaksanakan ibadah haji, sebaiknya membaca kisah ini. Insya Allah bagi yang sama seklai belum ada niat, akan termotivasi untuk memunculkan niat. Bagi yang sudah mempunyai niat, semoga akan lenih mengencangkan niatnya dengan mewujudkan dalam bentuk ikhtiar seperti yang dilakukan Ocha dan Awan, yaitu dengan menabung meski kemampuannya hanya seratus rupiah.

Jangan anggap enteng nilai uang “koin Rp. 100”

Yakinlah Allah selalu melihat niat dan uaha serta komitmen kita. Kisah perjalanan haji ini ibarat menerangkan dari A sampai Z cara memperoleh dana untuk berhaji.

Buku kecil ini adalah kisah nyata, jadi mudah dicerna maknanya. Oleh karena itu, layak diparesiasikan oleh setiap kita yang mengharapkan mesempurnaan dalam berislam di mana kita harus menunaikan seluruh rukun-rukun dan syarat-syaratnya, yang salah satunya adalah ibadah haji.

Semoga Allah selalu membukakan pintu-pintu kemudahan dalam setiap langkah hidup ini, sehingga mudah pula menuju rumah-Nya, Baitullah.

* Catatan Nena Herlina, S.IP (Peraih Ummi Award 2001)

Ditulis ulang oleh admin Bacatulis.net dari buku aslinya terbitan Asma Nadia Publishing House


EmoticonEmoticon