Sabtu, 08 April 2017

Writerpreneur itu Penulis yang Naik Kelas

Bagi penulis pemula, Writerpreneur menjadi istilah yang kurang familiar. Biasanya kita dengar dan baca adalah entrepreneur. Lalu, apa itu Writerpreneur?

Jika kamu suka nulis, dan kamu pun memantaskan diri jadi penulis, ditambah mindset kamu melihat ada peluang bisnis dengan memanfaatkan keahlian kamu dalam menulis.

Maka, itu adalah langkah awal Your is Writerpeneur.

Thats right...

Menjadi Writerpreneur itu gampang, skillnya cuma satu, yaitu menulis.

Menulis apa?

Setiap penulis memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang senang menulis fiksi seperti novel, cerpen atau puisi. Ada pula penulis suka menulis non fiksi, entah itu menulis opini atau iklan.



Sejatinya Penulis itu Adalah Writerpreneur

Sadar atau tidak sadar. Kamu yang pernah menerbitkan buku adalah writerpreneur. Apalagi menerbitkan buku di jalur Indie Label atau Self Publishing.

Nggak percaya?

Coba, apa langkah kamu setelah buku kamu terbit? Memasarkan agar bukumu dibaca orang kan? Itu artinya bagaimana supaya bukumu terjual. Dan itu secara alamiah ada jiwa entrepreneur dalam jiwamu.

Langkah Apa Saja untuk Menjadi Writerpreneur?

Untuk naik kelas dari penulis menjadi writerpreneur ada tang-tangga yang harus kamu naiki. Langkah yang harus kamu tapaki.

#Pertama, MODAL

Ya. Modal merupakan langkah pertama untuk menjadi writerpreneur. Dan modal itu sudah kamu miliki, yaitu skill kamu, MENULIS. 

Ini adalah modal utama, jadi terus tingkatkan kualitas menulis kamu. Jangan merasa puas dengan bakat menulis saat ini. Karena  ada langit di atas langit. Ada penulis pemula di belakang kita yang siap mengejar kemampuan kita.

#Kedua, Pantaskan Diri bahwa Kamu Layak Menjadi Writerpreneur

Cara kedua ini, bisa dilakukan secara step by step. Pantaskan diri bahwa kamu layak menjadi Writerpreneur. Dengan cara mem-branding diri bahwa, " Saya seorang Penulis."

Personal branding harus dilakukan bagi para penulis. Sederhana sekali untuk melakukannya. Misal, status kamu di media sosial, jangan jauh-jauh dengan dunia kepenulisan.

Jika kamu sudah memantaskan diri untuk menjadi writerperneur, dimana menulis sebagai sumber penghasilan, maka jangan setengah-setengah, tancap terus. Pantaskan bahwa menulis layaknya bisnis yang serius.

#Ketiga, Buka Jasa Penulis Artikel

Banyak sekali jasa kepenulisan di luar sana, karena mereka tahu peluang di dunia kepenulisan. Dimana bisnis kepenulisan itu nggak ada matinya yang sangat dibutuhkan oleh setiap zaman. Termasuk di zaman digital saat ini.

Dengan membuka jasa penulis artikel, kamu akan dipercaya orang bahwa kamu benar-benar seorang Writerpreneur. Pasang tarif profesional.

Cari tahu lebih jauh di luaran sana untuk tarif umum yang berlaku, dengan cara bergabung di komunitas writerpreneur. Tak hanya itu, siapkan juga portfolio dan dokumentasi semua karya yang sudah dibuat.

Berapa Penghasilan Writerpreneur?

Penghasilan seorang writerpreneur relatif. Ini kembali lagi kepada si penulis sendiri. Jika seorang writerpreneur profesional bisa mendapatkan omzet dari satu pekerjaannya paling kecil enam jutaan.

Maka, untuk penulis pemula penghasilannya mulai dari 50 ribuan per artikel. (Nanti kita bahas lebih rinci penghasilan Penulis tiap bulannya)


EmoticonEmoticon