Selasa, 18 April 2017

Memahami Unsur Intrinsik Cerpen, Novel, Puisi dan Drama Lebih Dalam

Dalam setiap karya tulis baik itu berupa Cerpen, Novel dan Puisi, tak terkecuali dengan Drama, harus memuat unsur intrinsik maupun ekstrinsik yang bertautan dengan karya tersebut.

Kali ini bacatulis akan mengupas secara gamblang dan mendalam apa-apa saja unsur intrinsik (unsur yang membangun cerita dari dalam) yang harus dipenuhi.




Unsur Intrinsik Cerpen


Sebelum memahami unsur intrinsik cerpen, ada baiknya kita mengenal juga masalah/konflik suatu cerita.

Dalam setiap cerita pendek atau cerpen, masalah dalam suatu cerita akan memunculkan konflik.Konflik sendiri adalah pertemuan antara 2 kekuatan yang berlawanan.

Ada 2 masalah dalam cerita: masalah dari dalam (batin) dan masalah dari luar (fisik)

Masalah Fisik

Masalah ini ada disebabkan adanya bentura antara tokoh dengan lingkungan. Misal, konflik cerita yang dialami sosok dalam cerita akibat bencana alam seperti si tokoh cerita tertimbun longsor, atau menjadi korban banjir bandang, dll.


Masalah Sosial

Masalah sosial yang dimaksud adalah masalah karena hubungan antar sesama manusia.

Misal,konflik cerita adanya pertikaian, perceraian, dll.

Sementara masalah batin, timbul dari dalam diri tokoh itu sendiri. Maksudnya, masalah terjadi antara tokoh dalam cerita dengan si penulis sendiri.

Baiklah...
Sekarang kita menuju ke Unsur Intrinsik Cerpen.


#1. TEMA

Tema salah satu unsur yang wajib dalam setiap cerpen. Sebagai pokok pikiran utama, tema mewakili semua cerita yang ditulis.


#2. ALUR

Alur cerita berarti rangkaian peristiwa yang membentuk cerita dengan dasar sebab-akibat.
Alur atau jalan cerita bisa ditulis dengan maju mundur, flash back, dll.


#3. PENOKOHAN

Untuk penokohan ini, bagaimana caranya penulis menggambarkan karakter/watak seorang tokoh yang akan dibuat.

Penulis bebas menentukan tokoh cerita apakah akan menjadi protagonis, antagonis atau tetragonis?

#4. LATAR

Latar adalah keterangan tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.


#5. GAYA BAHASA

Corak pemakaian bahasa


#6. SUDUT PANDANG

Cara pandang penulis dalam menyikapi tokoh


#7. AMANAT

Pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca


OK...

Kita lanjut ke Unsur Intrinsik Novel

Kita pahami dulu Cara membuat novel sama halnya dengan membuat cerpen. Termasuk unsur intrinsiknya.

Unsur intrinsik dan ekstrinsik novel sama dengan unsur yang ada pada cerpen.

Bedanya hanya terletak pada ALURnya saja. Alur dalam novel lebih kompleks, lebih leluasa mengembangkan imajinasi penulis.

Karena nilai intrinsik novel tak jauh beda dengan cerpen, maka untuk novel ini akan kita ulas sedikit tentang Unsur Ekstrinsik saja.

3 Unsur Ekstrinsik yang harus ada dalam sebuah Novel:


  1. Nilai Moral: pesan moral dari perilaku tokoh
  2. Nilai Estetika: aspek keindahan yang melekat pada karya sastra. Misal, pengkalimatan, diksi, alur yang variatif.
  3. Nilai Sosial Budaya: mencerminkan aspek sosial budaya suatu daerah dalam suatu karya sastra.

Unsur Intrinsik Puisi


Puisi merupakan bentuk karya sastra yang terikat oleh rima, ritme, maupun jumlah baris dalam bait, juga ditandai oleh bahasa yang padat.

Puisi disusun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Untuk intrinsik puisi ini meliputi unsur isi dan unsur bentuk.

4 Unsur Isi dalam Puisi:


  1. Tema: pokok pikiran
  2. Nada: sikap penyair terhadap pembaca dalam puisi
  3. Perasaan: perasaan penyair dalam puisi
  4. Amanat: pesan yang ingin disampaikan penulis

6 Unsur Bentuk dalam Puisi:
  1. Larik: kalimat yang ada dalam puisi
  2. Bait: kumpulan larik atau baris
  3. Pertautan antar Bait: hubungan antar bait
  4. Rima: persamaan bunyi
  5. Diksi: pilihan kata
  6. Peng-IMAJI-an: hal yang berhubungan dengan pancaindra.

Unsur Drama

Drama merupakan jenis atau genre karya sastra yang berbentuk percakapan.

9 Unsur Drama:
  1. Tema. Yaitu inti cerita
  2. Amanat. Yaitu pesan yang ada dalam drama
  3.  Alur. Yaitu rangkaian peristiwa dalam drama
  4. Penokohan. Watak atau karakter tiap-tiap tokoh
  5. Konflik. Masalah dalam drama
  6. Percakapan. Yaitu dialog para pemain.
  7. Tata Artistik. Setting panggung.
  8. Casting. Yaitu pemilihan pemeran yang tepat.
  9. Akting. Yaitu perilaku para pemain di panggung.


EmoticonEmoticon