Rabu, 26 April 2017

Cara Menulis Puisi dengan Pilihan Kata, Bahasa, dan Rima yang Tepat

Menulis puisi yang baik adalah dengan cara terus berlatih dan memperkaya ilmu tentang per-puisi-an.


Sebelum kamu menulis puisi secara baik, kamu mesti memahami hakikat dari karya sastra puisi.

Menulis karya sastra puisi berbeda dengan menulis karya sastra lainnya seperti prosa. Puisi bersifat pemusatan/fokus dan pemadatan.

Dalam setiap puisi, penulis tidak menjelaskan secara rinci apa yang ingin diungkapkannya.

Penulis puisi hanya mengutarakan bagian-bagian pokoknya saja dari perasaan yang dianggap pentingnya saja.

Dalam menulis puisi, penulis melakukan pemusatan dan pemadatan kata, baik tertuju pada persoalan yang akan disampaikannya, maupun pada cara penyajiannya.

Unsur-unsur bahasa maupun kata-kata tidak berfaidah benar yang mendukung makna, akan dihilangkan.

Pun dalam pemilihan kata-katanya, penulis puisi tidak hanya didasarkan pada makna kata-kata saja. Tetapi juga pada nilai rasa. Seperti bunyi dan bentuk kata-kata.

Oleh sebab itu, dalam memilih kata-kata dan menyusun kata-kata, penulis puisi harus mempertimbangkan RIMA.

Rima adalah persamaan bunyi kata-kata yang dipilih. Baik itu persamaan bunyi kata-kata yang penulis pilih, baik itu persamaan bunyi vokal maupun bunyi konsonan.

Perhatikan contoh pemilihan kata berdasarkan pertimbangan rimanya di bawah ini:

Aku bernyanyi dengan suara
Seperti bisikan angin di daun
daun
Suaraku parau dalam udara
Dalam laut yang beralun-alun

Selain harus memperhatikan hal-hal di atas, penulis puisi pun harus menyusun kerangka puisi. Karena menulis puisi sama halnya dengan menulis cerpen, Novel dan karya sastra lainnya.

6 Kerangka Cara Menulis Puisi:

  1. Tentukan Tema
  2. Tentukan Bentuk
  3. Tentukan Struktur Puisi
  4. Tentukan Diksi
  5. Gunakan Daya Imajinasi
  6. Gunakan Salah Satu atau 5 Majas
5) Gunakan Daya Imajinasi dalam Menulis Puisi

Dalam penyajian puisi, penulis puisi mesti menggunakan daya imajinasinya. Ungkapkan segala sesuatu yang pernah menyentuh perasaan atau yang ada di benak kamu. Lalu, pilih kata dengan menyusunnya dengan tepat dengan mempertimbangkan estetik kata atau nilai rasa.

Catatan: kata yang jamu pilih harus bisa mewakili perasaan; sedih, kecewa, marah, senang, dan lainnya yang terlintas dalam imajinasimu.

6) Gunakan Salah Satu atau 5 Majas

Pembaca akan merasakan apa yang dirasakan penulis puisi jika bisa menciptakan daya imajinasi yang baik.

Maka, harus diperindah dengan menggunakan majas atau gaya bahasa.

1. Majas Hiperbola
Yang menyatakan sesuatu dengan gaya bahasa berlebihan

2. Majas Metafora

Menggambarkan sesuatu dengan membandingkan dengan sesuatu lain

3. Majas Personifikasi
Menggambarkan benda mati seperti halnya manusia

4. Paralelisme
Mengulang isi kalimat dengan kalimat lain yang sama

5. Enumerasi
Memberikan intensitas dengan memerinci masalah



EmoticonEmoticon