Rabu, 19 April 2017

11 Jenis Paragraf yang Wajib Ada Saat Menulis Artikel

Cara membuat artikel yang baik dan benar harus mengikuti aturan bahasa yang benar pula. Apalagi artikel itu dikategorikan untuk Karya Tulis Ilmiah.

Paling tidak, ada 3 bagian yang mesti ada dalam sistematika penulisannya:
1. Pendahuluan atau Latar Belwkang Masalah
2. Isi atau Pembahasan
3. Penutup atau Kesimpulan


Paragraf salah satu unsur intrinsik dalam setiap artikel.

Kali ini, bacatulis akan berbagi seputar Jenis-jenis Paragraf beserta contoh artikelnya.

Paragraf atau Alinea adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan.

Paragraf juga merupakan satuan bahasa yang LEBIH BESAR daripada kalimat.

Meskipun demikian, paragraf masih merupakan bagian dari satuan bahasa lainnya. Yang disebut Wacana.

Suatu wacana umumnya dibentuk lebih dari satu paragraf.

Dalam bahasa sastra, paragraf dibedakan berdasarkan 3 hal:
1. Menurut LETAK GAGASAN UTAMANYA
2. Menurut TUJUANNYA
3. Menurut PENGEMBANGANNYA

Baik...
Kita bahas satu persatu di bawah ini...

1. Paragraf Menurut Gagasan Utamanya (ada 3 macam)


a. Paragraf Deduktif
Paragraf Deduktif: paragraf yang gagasan utamanya terletak di AWAL paragraf.
Gagasan utama atau pokok pembahasan paragrafnya itu dinyatakan dalam kalimat PERTAMA.

b. Paragraf Induktif

Paragraf Induktif kebalikan dari Paragraf Deduktif.
Artinya, paragraf yang gagasan utamanya terletak di AKHIR paragraf.

Awalnya dikemukakan fakta atau uraian-uraian. Kemudian dari fakta tersebut penulis meng-generalisasi-kannya ke dalam sebuah kalimat.

c. Paragraf Campuran

Paragraf Campuran afalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama dan terakhir.
Ada 2 kalimat di paragraf ini. Umumnya, kalimat terakhir mengulangi gagasan yang dinyatakan pada kalimat pertama dengan sedikit tekanan dan variasi.

2. Paragraf Menurut TUJUANNYA ( ada 2 macam)


a. Paragraf Narasi

Paragraf Narasi ini bertujuan untuk menceritakan suatu kejadian atau peristiwa, sehingga pembaca seolah-olah MENGALAMI sendiri kejadian yang ditulis oleh si penulis.

Ada 3 unsur utamanya:

  • Pertama, tokoh
  • Kedua, kejadian
  • Ketiga, adanya latar/ruang/waktu.

b. Paragraf Deskripsi

Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sebuah objek dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah MELIHAT sendiri objek yang digambarkannnya itu.

Paragraf Deskripsi ini menggambarkan sesuatu dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.

Biasanya menggambarkan tentang keindahan alam, keadaan jasmani, watak/karakter atau bisa juga dengan perasaan seseorang.

c. Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang MEMAPARKAN sejumlah pengetahuan ataupun informasi.

Tujuannya, agar pembaca mendapatkan informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya.

d. Paragraf Argumentasi

Paragraf jenis ini adalah paragraf yang MENGEMUKAKAN alasan, contoh, dan bukti-bukti yang otentik.

Tujuannya untuk meyakinkan pembaca, sehingga pembaca membenarkan pendapat, sikap dan keyakinan penulis.

e. Paragraf Persuasif

Paragraf yang bertujuan untuk memengaruhi, menginbau, membujuk, atau merayu pembaca sehingga pembaca tergiur atau terpengaruh unyuk mengikuti keinginan penulis, adalah arti dari Paragraf Persuasif.

3. Paragraf Menurut Pwngwmbangannya (ada 3 macam)

a. Paragraf Generalisasi

Paragraf jenis ini dikembangkan dengan pola hubungan UMUM-KHUSUS.

b. Paragraf Analogi

Sementara paragraf Analogi dikembangkan dengan MEMBANDINGKAN dua atau lebih benda yang dianggap memiliki kesamaan.

c. Paragraf Sebab-Akibat

Paragraf jenis ini dikembangkan berdasarkan hubungan SEBAB-AKIBAT.


EmoticonEmoticon