Jumat, 11 Agustus 2017

Cara Membuat Novel yang Dikejar Deadline Tugas Sekolah

BacaTulis.net - Peran Gerakan Literasi Sekolah (GLS) cukup membuahkan hasil. Entah untuk gurunya sendiri, telebih bagi siswa. Membanggakan bagi para penggiat literasi. Pasalnya, kini mereka para siswa di sekolah mulai terbiasa membaca ketika peraaturan peemenrintah harus ‘memaksa’ para siswa membaca 15 menit sebelum materi pelajaran sekolah dimulai.

Pun tugas-tugas baru para siswa menjadi tambahan. Tentunya ini tugas mendidik. Karena para penggiat literasi khususnya tahu peluang apa setelah mereka terbiasa membaca setiap hari. Dan itu pasti akan ada hasilnya. Minimal, setelah mereka membaca, ada hsil tulisan produktif yang mereka lakukan.

novel yang ditulis pelajar

Dan ini memang berhasil. Salah satu dari pembaca BacaTulis.net menanyakan,

“Pak, saya ada tugas membuat novel. Saya bingung, Pak. Sementara novel ini harus beres maksimal satu semester...”

Dari pertanyaan pembaca ini, BacaTulis.net merasa harus memberikan solusi baagi mereka, khususnya siswa di sekolah yang diberi tugas membuat novel. Sementara mereka yang awwam seputar novel tetap saja harus mengerjakan dan membereskan novel karya sendiri. Guru yang memberikan tugasnya memang pintar, tugas membuat novel bukanlah beban, tapi sarat dengan edukasi.

Kenapa tidak. Siswa yang awam sekalipun, yang tidak tahu seluk beluk novel dengan ‘terpaksa’ harus membaca novel terlebih dahulu sebelum berlanjut ke proses pembuatan novel itu sendiri. Bisa jadi, yang sudah terbiasa membaca novel pun, kalau ditugaskan membuat novel dengan deadline 6 bulan bakal ngos-ngosan. Belum tugas yang lainnya.

Lalu bagaimana solusi membuat Novel yang dikejar deadline, selama 6 Bulan?


Cara Nulis Novel #1. Kamu Mau Nulis Apa?


Pertama yang harus kamu lakukan adalah, kamu mau nulis novel tentang apa? Biasanya untuk
kalangan pelajar, tidak jauh dengan: persahabatan, guru, sekolah, atau yang berhubungan dengan pendidikan.
Padahal tidak demikian. Kamu bisa menulis tentang hobi kamu memotret, atau melukis di dinding.
Ini bisa menjadi bahan tulisan kamu untuk membuat novel.

Cara Nulis Novel #2. Tulis Sinopsisnya

Apa itu Sinopsis? Sinopsis adalah gambaran kisah secara keseluruhan. Atau bisa dikatakan sinopsiss adalah rangkuman.

Contoh kecil kalau kamu menulis tentang Memotret. Sinopsisnya bisa seperti ini:

“SMKN 2 menjadi tegang. Tiap hari selalu saja puluhan polisi harus berjaga setelah sehari sebelumnya tawuran terjadi antara SMKN 1 dengan SMKN 2. Ini gara-gara salah seorang siswanya yang tanpa sengaja memotret provokator tawuran sekolahnya dengan sekolah lain. Fahmi menjadi incaran preman bayaran untuk dibunuh. Demi keamanan, Fahmi harus cuti sekolah dan diganti dengan homeschooling di tempat yang dirahasiakan, karena Fahmi menjadi saksi utama yang memiliki bukti valid, sebuah foto.”

Bagaimana keadaan psikis Fahmi setelah ia menjadi saksi utama karena memiliki bukti dari hasil jepretannya?

Akankan Fahmi berhenti dari kesukaannya memotret?

***
Nah, sinopsis singkat di atas contoh kecil dari sinopsis novel yang akan kamu buat. Bagaimana? Ada inspirasi?
Ok kita lanjut...

Cara Nulis Novel #3. Tentukan Tokoh

Film, sinetron, cerpen dan juga tentunya novel, tokoh adalah perkara penting dalam setiap cerita. Tokoh sendiri ada 2 macam: tokoh utama (sentral) dan tokoh tambahan.

Untuk lebih jelas seputar Penokohan Novel bisa dibaca di sini.

Cara Nulis Novel #4. Waktu yang Efektif 

Untuk mengejar deadline selama satu semester (6 bulan) artinya kamu harus bisa membagi waktu belajar dan bermain kam. Ditambah waktu untuk menggarap tugas membuat novel.
Jika waktunya 6 bulan, maka kamu harus bisa mengejar deadlinenya sekitar 5 bulan. Karena satu bulan di akhir untuk penyempurnaan naskah.

5 bulan x 30 hari= 150 hari. Sementara syarat sebuah naskah disebut novel adalah jumlah halaman minimal kurang lebih 300 halaman. Jadi, kamu harus bisa meluangkan waktu dalam sehari bisa menulis Cuma 2 halaman saja. Mudah bukan?

Kesimpulan:
Untuk membuat sebuah novel yang dikejar deadline memang membutuhkan waktu yang efektif. Kita harus membiasakan dan menjadwalkan mengatur waktu. Tak hanya itu, jangan merasa cape untuk terus bertanya kepada penulis novel.

Catatan:

Tulisan CARA MEMBUAT NOVEL YANG DIKEJAR DEADLINE TUGAS SEKOLAH ini akan terus berlanjut. Semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, silakan untuk mengisi di kotak komentar. Terima kasih.

WORO-WORO!!!

Ini kesempatan buat kamu yang pengin cepat membuat novel, kebetulan bulan Agustus 2017 ini ada Workshop Menulis Cara Mudah Bikin Novel bersama Asma Nadia & Isa Alamsyah.



Akan menjadi ilmu dari novelis perempuan paling produktif di Indonesia.

Materi workshopnya super duper: DARI MENULIS HINGGA MENERBITKAN SENDIRI BUKUMU

Waktu dan Tempat Pelaksanaan:

JDC SLIPI ( JAKARTA DESIGN CENTER ) RUANG LOTUS 2 & 3 LANTAI 6
MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 PUKUL 08:00 - 17:00 WIB
HTM RP 600.000,-
EARLY BIRD RP 400.000,-

Dengan ikut workshop ini kamu bakalan dapat Free Modul, Sertifikat, Lunch and Coffee Break

Khusus pendaftaran sebelum tanggal 20 Juli 2017, karya novelnya akan dibaca dan dikritisi langsung Asma Nadia.

Informasi bisa menghubungi via SMS/WA ke 08118111174
pendaftaran bisa mengirimkan sms//wa dengan format
Nama / Umur / Gender / Email / No Telepon / Domisili

Ada bazar buku dan produk Asma Nadia juga lho...

Keren kan???

Jumat, 28 Juli 2017

Suka Bosan dalam Menulis? Ini Cara Mengatasinya!

BACATULIS.NET - Rasa bosan dalam menulis adalah perkara wajar dan sangat manusiawi bagi setiap orang, termasuk bagi penulis. Jangankan penulis pemula, penulis profesional sekalipun sering mengalami rasa bosan dalam menulis.

Yang tidak wajar adalah ketika rasa bosan itu terus dirasakan, istilahnya penulis pemula suka baper/bawa perasaan kalau rasa malas menghantui.


Lalu bagaimana cara mengatasi ketika kita bosan saat menulis. Apalagi dikejar-kejar deadline sedasng mengikuti lomba menulis atau akan mengirimkan artikel ke koran, majalah atau media online.

Pertama. Ayunkan Kaki Anda

Sesederhana ini?

Eitss jangan salah.... Ini cara pertama ketika Anda sedang bosan menulis. Ayunkan dan langkahkan kaki Anda untuk mencari suasana baru. Bercengkrama dengan saudara, melihat pemandangan di sekitar. Dengan cara ini Anda tidak akan bosan. Percaya atau tidak, Anda akan menemukan inspirasi untuk menulis.

Kedua. Dokumentasikan dengan Smartphone

Cara kedua, bidik apa yang Anda lihat di sekitar. Misal, Anda membidik objek seseorang yang sedang berpapasan dengan Anda. Apalagi Anda menemukan objek seorang kakek yang sedang mencangkul di sawah, atau pula Anda sedang melihat dan mengamati perilaku orang-orang di sekitar Anda.

Cara ini akan memberikan input positif untuk tulisan Anda.

Perlu diingat. Rasa bosan akan berhadapan dengan siapapun dengan profesi apapun. Tinggal bagaimana kita bisa menaklukkan energi bosan itu diupgrade menjadi energi positif.

Apa lagi solusinya?

OK. Jika Anda mengkhususkan diri sebagai penulis nonfiksi, menulislah yang fiksi untuk sementara waktu. Karena biasanya, penulis yang hanya berjalan di satu jalur (non fiksi saja) sering mengalami seperti ini. Maka, tak ada salahnya jika Anda menulis cerpen atau puisi.

Rabu, 26 Juli 2017

26 Juli Ditetapkan Hari Puisi Nasional

BACATULIS.NET - Puisi adalah daya cipta yang terikat dengan, rima, ritme dan jumlah baris yang ditandai dengan padanan kata yang padat. Berkenaan dengan Puisi. Tahukah kalau tanggal 26 Juli ditetapkan sebagai Hari Puisi Nasional. 


Ya. Hari Puisi Nasional ditetapkan pada tanggal 26 Juli, bertepatan dengan tanggal lahir Chairil Anwar, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya terhadap kebangkitan puisi modern. Chairil Anwar sendiri dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ‘45 sekaligus puisi modern Indonesia. Hari Puisi Nasional ini dideklarasikan pertama kalinya pada tanggal 22 November 2012 di Pekan Baru, Riau.

Baca Juga:
Bagi para penulis puisi, sejarah ini mesti tahu. Karena tentu saja kita akan menghargai bagaimana jasa seorang Chairil Anwar dengan puisi "Aku" nya yang terkenal.

Selasa, 18 Juli 2017

3 Cara Alternatif Menghasilkan Uang dari Blog. Pemula Wajib BACA

BACATULIS.NET - Bagaimana jadinya jika awalnya dari sekedar hobi bisa menghasilkan uang?

Pasti senang bukan?


Bagi seorang blogger, berbagi informasi adalah hobi yang bukan sekedar hobi. Selain ada nilai manfaat buat dirinya dan orang lain, juga ada nilai finansial bila tahu strateginya.

Nilai kebermanfaatan sudah barang tentu tidak hanya bakal didapat di dunia saja, melainkan harus siap menuai hasilnya di akhirat nanti.

Termasuk nilai finansial. Ada strategi yang harus ditempuh bagi blogger  yang ingin menghasilkan uang dari blognya. Karena tidak semua blogger yang memanfaatkan blognya sebagai aset yang berharga. Bisa jadi ini dikarenakan mereka begitu lempeng, blog hanya sebagai penuangan ide, belajar menulis atau hanya diisi curhatan saja.

Padahal, blog bisa menjadi mesin uang yang terus mengalir meskipun si empunya enak-enakan tidur.

Lalu, bagaimana cara menghasilkan yang dari blog?

Berikut bacatulis.net akan rinci, yang dikerucutkan menjadi 3 Cara Alternatif Menghasilkan Uang dari Blog


Google Adsense

Bacatulis.net memilih urutan pertama adalag Google Adsense.

Ya. Google Adsense atau biasa disingkat GA ini bisa menjadi alternatif untuk menghasilkan uang dari blog. Dengan fasilitas yang sangat dipermudah oleh Google, juga cepat untuk bisa bergabung dengan Google Adsense bagi pemula untuk mulai mendapatkan pasif income dari blog.

Dengan Google Adsense ini, Anda hanya menayangkan iklan yang ada di Google. Istilahnya, Anda publisher (penayang iklan) para advister (pengiklan) yang bekerjasama dengan pihak Google.

Kerjanya hanya simpel, Anda hanya melakuan menyalin, lalu menempelkan kode unit iklan yang ada di dashboard Adsense Anda ke dalam blog Anda. Cara penempatannya bisa di Sidebar atau di dalam template/theme HTML.

Jika ada iklan yang diklik pengunjung blog Anda, maka itu akan menjadi pundi-pundi uang bagi Anda. Uang bisa dicairkan di bank lokal yang ada di Indonesia jika sudah mencapai minimal 100 dollar.


Amazon Associates

Di urutan kedua ada Amazon Associates. Dimana Amass adalah program affiliasi yang didirikan oleh Amazon.com yang berpusat di Seattle. Tidak jauh berbeda dengan GA, Amazon juga menawarkan kesempatan kepada blogger untuk mendapatkan komisi atau upah dengan cara mengiklankan produk Amazon di blog Anda.

Anda akan mendapatkan penghasilan ketikan pengunjung melakukan klik dari blog Anda, dan nantinya akan diarahkan ke Amazon.com, lalu pengunjung melakukan transaksi.


Cara mempromosikan produk Amazon di blog Anda sangatlah bervariasi.

1. Menyertakan katalog produk di blog
2. Mereview produk

Yang mana keduanya ini Anda harus menautkan ke produk yang Anda rekomendasikan di Amazon.com.

Cara lain bagaimana untuk menghasilkan uang di Amazon adalah dengan menerbitkan buku digital di Amazon Kindle. Nah, ini sangat cocok bagi penulis buku yang ingin bukunya dipasarkan Go Internasional.


Afiliasi Untuk Produk Digital

Nah, diurutan ketiga adalag Afiliasi. Yaitu mempromosikan produk di blog Anda. Dimana Anda akan mendapatkan persenan dari pemilik produk.

Untuk afiliasi sendiri sangatlah banyak, misal afiliasi dari pembelian domain hosting, online shop, dan lain-lain.

Komisi afiliasi buat Anda sangat bervariasi, mulai dari 10% hingga 70%.

3 Jenis Alternatif untuk mendapatkan penghasilan dari blog ini tidak hanya membuat Anda mendapatkan pasif income, tapi juga bisa memanfaatkan waktu senggang dengan keluarga.

Kamis, 06 Juli 2017

Ini Cerpen yang Dimuat di Sumedang Ekpress. Berguna Bagi Penulis Pemula

BACATULIS.NET - Semangat Membaca... Kali ini batulis akan memuat cerita pendek/cerpen kiriman dari seorang guru muda yang mana cerpen ini sudah dimuat di media massa lokal Sumedang Ekspres (Jawa Pos Group). Tujuannya sebagai contoh bagi penulis pemula yang ingin mengirimkan cerpen ke koran atau majalah.


Berikut cerpennya dengan judul, " Dia Anakku, bukan anakmu!"

“Kaduhung mah moal tiheula” pepatah orang Sunda yang berarti menyesal selalu dating belakangan. Dan ini yang aku rasakan. Gara-gara Sinta yang mengenalkan aku pada Rian, yang mengaku mahasiswa favorit di Jatinangor, padahal ia hanyalah penjaga dealer pulsa.

Ya. Perbuatan memalukan itu terjadi menjelang ujian akhir. Mimpi masuk perguruan tinggi kandas sudah. Sirna setelah aku terpedaya oleh fisik Rian yang hampir sempurna dimataku waktu itu. Mata agak sipit kayak Hyun Bin, aktor Korea. Rambut cepak berpostur atletis. Siapa sangka ia akan merebut mahkota yang seharusnya kujaga untuk seuamiku kelak.

“Rian Abraham, mahasiswa tingkat 2 Fakultas Teknik,” kenalnya waktu itu ketika aku dan Sinta hendak belanja di Jatinangor Town Square. 

“Bulan,” jawabku singkat sembari menyambut tangannya.

Sinta sudah kuanggap saudaraku sendiri, ia kukenal sebagai sosok yang sederhana. Aku sempat iri padanya, perjuangan membantu orang tua aku acungi jempol buat Sinta. 

Penghasilan ayahnya yang tukang bakso keliling mungkin tak akan cukup untuk membiyai sekolah Sinta juga empat saudaranya. Meskipun saat ini Sinta duduk di kelas XII seperti aku, ternyata ia bisa meringankan beban ekonomi keluarganya. Aku tak pernah menanyakan darimana ia mendapatkan uang itu. Bukan urusanku.

Akhirnya aku tahu darimana Sinta mendapatkan uang, setelah ia menjerumskan aku menjadi korban selanjutnya. Menjual mahkota teman, bahkan saudaranya sendiri demi membiayai ekonomi keluarga. Ia telah sukses memperdayai aku dengan halus. Kepada Rianlah aku dijual. 

Positif. Ya, aku positif diperut ini ada benih janin hasil perbuatan yang memalukan itu. Aku coba menutupi perut yang semakin besar. Aku balut dengan ikatan yang kuat. Teman-temanku merasakan keganjilan setelah melihat penampilan seragam yang aku pakai, kepalaku berbalut hijab. Inilah caraku menutupi kehamilan yang beranjak tujuh bulan. 

Sepandai-pandainya tupa melompat akhirnya jatuh juga. Sepintar-pintarnya aku menutupi kebuntinganku, akhirnya diketahui. Bu Salma, guru bahasa Indonesia yang melihat perubahan pada diriku. Aku diinterogasi. Dan aku mengaku. 

Tak ayal, aku dikeluarkan. Tidak ada keringanan bagi siswa seperti aku. Akhirnya dua minggu jelang ujian, aku dikeluarkan tak terhormat.

Orangtuaku terpukul, merasa terhina dengan noda hitam yang kugoreskan dalam catatan hidup yang tak pernah mereka lukiskan.  Bapak menjadi orang yang paling dicari para wartawan. Pantas, bapak anggota dewan. Terpampang di headline menjadi target seorang jurnalis. Apalagi ini berita heboh dari pejabat. Pasti surat kabar akan laku keras.

Aku diasingkan ke Ujungjaya, sebuah desa yang menjadi perbatasan antara Sumedang dan Majalengka. Di rumah Bi Idas kini aku menetap. Bi Idas adalah pembantuku ketika aku kecil. Panas menyengat memaksa aku harus tetap tinggal di kampung ini, demi melahirkan anak berayah yang tak halal, tak berakhlak pula. 

Menjelang Duha, proses melahirkan pun berjalan dengan selamat, ini berkat bantuan paraji, Mak Nengsih, dukun beranak kampung ini. Hampir semua anak yang dilahirkan di kampung ini hasil tangan terampilnya.

Aku melahirkan tepat ketika tepat dengan kelulusan teman-temanku di kota. Aku kecewa pada diriku sendiri. Kenapa aku tak bisa mengemban amanah yang telah diberikan Allah.

“Hidup ini adalah amanah. Maka, kewajiban kitalah untuk menjaga amanah itu dengan sebaik-baiknya,” pernah kudengar isi ceramah pagi yang disampaikan Ustad Abu Diba di pesawat radio.

Bayi mungil nan cantik, Syifa Hayati menjadi teman sehari-hariku selain Bi Idas. Ia menjadi penyemangat hidup untuk terus berjalan. Syifa adalah obat luka masa suramku.

Tiba-tiba aku dikejutkan dengan sosok yang pernah kukenal.kulihat dari kejauhan, di warung Mang Ujo, ia tengah menunjukkan secarik kertas kepada salah seorang warga yang sedang belanja. Kuyakini ia menanyakan alamat rumah Bibi Idas, rumah yang kini kutempati bersama Syifa, buah hatiku.  Aku cepat-cepat pulang, mengunci pintu, Bi Idas yang sedang di dapur hanya menggernyitkan kening. 

Benar saja, kulihat dari jendela kamar, ia semakin mendekati rumah panggung ini. Tidak sendiri. Ia ditemani Sinta.

“Tok…Tok…Tok…,” dengan keras ian mengetuk pintu. Aku diam, Bi Idas hening. Tapi tidak dengan Syifa.

“Tok…Tok…Tok…” kembali  Rian mengetuk pintu kesekian kalinya.

Aku coba membekap mulut Syifa dengan tangan supaya ia tak bersuara. Tapi ia berontak. Seolah ia menolak kedatangan Rian.

Bi Idas membukan pintu. Rian masuk tanpa permisi.

“Mana anakku?” tanyanya seperti singa yang akan menerkam.

“Ulan… Ulan.., mana anakku?” bentaknya lebih keras

Aku keluar kamar. Syifa tak juga berhenti menangis. 

“Kesinikan anakku!” 

Dengan paksa ia telah merebut Syifa daari gendonganku. Syifa ada ditangannya.

“Dia anakku, bukan anakmu!” kucoba merebut kembali Syifa.

“PLAK…” 

Tamparannya mendarat di pipiku. Aku limbung. Yang kuingat, kepalaku tersungkur mendarat di ujung meja ruang tamu.

***

Semoga cerpen di atas menjadi bahan bacaan menarik untuk Anda!

Kamis, 29 Juni 2017

Puisi yang Ditulis Anak SDN Panyingkiran 2

BACATULIS.NET - Kali ini bacatulis akan posting yang unik. Uniknya karena tulisan di bawah ini kiriman dari salah satu siswi SDN Panyingkiran 2 Sumedang.


Tulisan apa itu?

Ya. Membaca judul di atas, pastinya bakal ada puisi menarik yang Bacatulis.net bagikan.

Judul puisi ini: Pahlawan
Karya: Nayla Nur Fauziah
Kelas: V-A Budibucu (budak didik bu cucu)

"PAHLAWAN"

Pahlawan...
Engkau sangat berjasa
Bagi negeri tercinta
Kau korbankan jiwa raga demi negeri ini

Pahlawan...
Pengorbananmu tidak sia-sia
Pengorbananmu takkan bisa kami ganti
Kau membela bangsa dan negara

Pahlawan...
Jasamu tiada tara
Jasamu tidak bisa dibeli
Tak sanggup kami ganti

Oh Indonesia...
Negeri Elok Kucinta

18 Januari 2017

***

ULASAN:

Puisi cantik dengan tema perjuangan ini begitu mengalir dan mewakili perasaan berterima kasih kepada pahlawan dari seorang siswi yang masih duduk di bangku kelas lima.

Sedikit kita ulas...
Hasil puisi untuk ukuran sebelia ini, harus diparesiasi. Termasuk ditulis di blog bacatulis ini. Karena dengan cara ini, karyanya akan dibaca jutaan orang.

Puisi Pahlawan ini ditulis dengan bahasa sederhana, biasa, namun dengan jiwa dan penuh makna nan hikmah.

Meski tidak ada majas yang ada. Namun demikian, puisi tentang pengorbanan dari pahlawan harus di terus dibelajarkan kepada setiap siswa di sekolah.

Terus menulis ya, Nayla!!!

[Jilid ke-1] Budayakan Membaca, Biasakan Menulis dengan Rumus 3 M

BACATULIS.NET - Jika kita jeli dan lebih teliti dengan tanda-tanda Allah dalam kalam-Nya, ada isyarat yang sangat jelas dari firman-Nya. Yaitu, IQRO!!! Bacalah!!!


Jika diartikan secara makna 'amiyyah (umum), kita diperintahkan untuk membaca; mencari ilmu, menggalinya, dan mempraktikkannya.

Dari hasil membaca, kita tidak sekadar hanya menyimpan ilmu dalam otak dan hati. Tapi, ada keharusan selanjutnya, yaitu MENELAAH DAN MENULISNYA.

Nah, jika kita memiliki 3 M ini: Membaca, Menelaah dan Menulis, maka buahnya akan menjadi KARYA.

Budayakan Membaca, Membiasakan Menulis harus menjadi bagian yang terpatri dalam diri kita.

Kenapa sebabnya?

Dengan cara ini, sesuatu yang telah kita baca akan dikunci dengan cara dituliskannya. Meskipun hasilnya tidak akan sama 100%.

Untuk melatih dan menggali rumus 3 M ini, ada baiknya Anda langsung mempraktikkannya.

Yukk mari...

Pertama
Silakan Anda baca tulisan ini sampai beres, tanpa melewati kata per katanya, kalimat, dan paragrafnya.

Kedua
Anda fokuskan beberapa kalimat yang dianggap penting. Simpan dulu dan rekam di memori otak dengan kemampuan imajinasi Anda.

Ketiga
Tulis atau putar ulang memori yang tadi sudah disimpan. Bangkitkan kemampuan imajinasi yang telah Allah berikan kepada Anda.

Di atas telah dikatakan, tidak harus 100% sama dengan gaya bahasa tulisan ini. Silakan dengan bahasa Anda sendiri.

Jika sudah, silakan sisipkan link hasil tulisan Anda di bawah komentar ini.

Mari Membaca, Ayo Terus Menulis!!!